Sunday, September 18, 2011

R. A. Kosasih

R.A. Kosasih, Legenda Bapak Komik Indonesia



Kosasih patut dianggap sebagai salah satu perintis komik Indonesia dan, bersama Ardisoma sebagai pencipta komik wayang. Kariernya berhubungan dengan kegiatan penerbit melodi yang merekrutnya pada tahun 1953, melalui iklan kecil, ketika masihmenjadi pegawai di Kebun Raya Bogor.

Kosasih mendapat pengalaman menggambar karena ia dipekerjakan sebagai tukang gambar binatang dan tanaman. Penerbit itu, yang ingin mengkhususkan diri dalam bidang perkomikan, semula memaksanya untuk meniru komik Amerika (Sri Asih), namun kemudian mengarahkannya ke komik wayang. kosasih, yang orang Sunda, hanya mempunyai pengalaman sebagai penonton.

Maka ia meneliti Dokumen, meminta bantuan dalang untuk membuat komik epos yang berasal dari India (Mahabharata, Ramayana)
Setelah kepopuleran wayang menurun, ia mulai mengkomikkan legenda (Lutung Kasarung, Sangkuriang) dan dongeng anak-anak.

Komik Kosasih dicetak ulang berkali-kali dan dianggap sebagai karya klasik dan masih dijual di toko-toko buku besar
http://archive.kaskus.us/thread/2947258
===========================
Raden Ahmad Kosasih (Bogor, Jawa Barat, 1919) adalah seorang penulis dan penggambar komik termasyhur dari Indonesia. Generasi komik masa kini menganggapnya sebagai Bapak Komik Indonesia.
=========================================







TEMPO.CO, Jakarta - Sosok R.A. Kosasih, yang wafat dalam usia 93 tahun pada Rabu lalu, punya tempat tersendiri dalam jagat komik Nusantara. Ia pelopor sekaligus teladan bagi generasi yang lahir setelahnya. Karya-karyanya merupakan monumen yang bisa mendefinisikan identitas komik Indonesia dengan jelas. “Almarhum merupakan komikus pertama yang meluncurkan karyanya dalam bentuk buku. Pantas jika dia didaulat sebagai Bapak Komik Indonesia,” ujar pengamat komik, Hikmat Darmawan. Menurut Hikmat, karya-karya Kosasih punya karakter yang sangat kuat. Ia tidak hanya berhasil mengangkat tokoh-tokoh bermuatan lokal, tapi juga mampu menyampaikan nilai-nilai tradisi yang mengakar dalam masyarakat. Semua itu divisualisasi dalam panel-panel komik yang mudah dipahami. “Dia seorang story teller yang baik. Semua karyanya selalu punya unsur lokal. Inovasi yang banyak ditinggalkan komikus sekarang,” ujarnya.

selanjutnya:

http://www.tempo.co/read/news/2012/07/29/109419925/RA-Kosasih-Legenda-Bapak-Komik-Indonesia